Tapak pertama tak
sekedar pembuktiaan
Dimana?
Dalam keadaan limbo ku terenyak saat
membaca pesan ini.
Pagi
belumlah menggeliat sempurna saat mata ini mulai terjaga dari khayal indahnya
melihat dan memeluk erat keempat saudara yang sangat dinantinya itu. Mungkin
hanya berkhayal. Itulah kalimat yang terucap dalam hati setiap mengingat kata
“hanya sekedar wacana atau kata Gak usah koar-koar, itu belumlah pasti” yang
sering orang-orang ucapkan pada kelima anak mapala 2014 ini. Semua meragukan
rencana yang ada selayaknya rencana ini sama dengan kata-kata yang biasa lima
orang ini chat untuk menghidupkan grup meski lewat cara menjadi provokator dan
perusuh. Tiada niat mengganggu apalagi berlebihan untuk memalukan atribut organisasi
yang disandang. Hanya sekedar ingin saling mengenal saudara tak lebih dari itu.
Itulah mereka para provokator girls yang dijuluki FVZ RONEit 14 (5 srikandi
amazing mapala 2014) yang terdiri dari 4 anak mapala surabaya (Eno “Lampir”
queen nyamil dari MAPALSA UINSA, Niken “Leles” atau yang biasa dipanggil mama
leles queen kece dari MAHAPALA STIESIA, Nurul “Blank” suhu queen eksis dari
PRIPALA MELVILLE Prisma Profesional University dan ketua provokator queen
actress Ikke “Jengking” yang biasa disapa mama king dari HIMMPAS UNMUH Sidoarjo) dan
seorang lagi dari mapala malang yang dibilang terlalu menghayati jurusan dan
hobinya yang tidak jauh-jauh dari buku. Berawal dari bercandaan yang ditentang
itulah kelima srikandi mapala 2014 ini kenal dan menjadi sedekat nadi dan
darah. Sedekat kelimanya semakin menapaki tanggal 6 dimana apa yang dibilang
wacana akan menjadi action nantinya. Trip
to Lumajang. Not just wacana.
Menjadikan
kata not just wacana menjadi action tidaklah semudah membalikkan
telapak tangan. Musibah datang silih berganti dan cacian pun tiada henti
menimpa masing-masing dari mayoritas planner
ini. Namun mereka tetap berdiri bersama bagai karang yang tak goyah diterpa
badai sekalipun. Bahkan di detik akhir musibah kembali menerpa dimana akhirnya
membuahkan keputusan ditundanya sehari rencana ini dan perubahan lokasi
destinasi menjadi hanya di Malang. Memang dengan keyakinan penuh lah mereka
berucap apapun yang terjadi plan ini harus terjadi. Hal ini dikarenakan plan ini tidaklah hanya sekedar wacana
jalan-jalan dari kelimanya namun ada esensi terpenting di dalamnya yaitu
pertemuan pertama kali mereka berlima “first
trip first meet”. Bahwa kedekatan mereka berlima tak hanya sekedar social
media atau sms semata tapi nyata.
Pagi
ini tibalah saat indah yang dinanti. Minggu, 7 Februari 2016 akhirnya plan ini dapat terwujud. Pagi yang
belumlah menggeliat sempurna tak menyurutkan niat mereka berempat untuk bertatap muka. Meskipun itu tanpa ketua yaitu jengking. Setelah
bermalam dirumah saudara dari Leles, pagi-pagi sekali mereka menemui planner dari Malang untuk melengkapi
tapak menuju keindahan bersama. Diwarnai dengan sedikit pelukkan bergegas
mereka kembali menuju Tumpang dan bersiap menuju keindahan. Sesampainya di
Tumpang benar saja pelukan, bercandaan dan ramai yang selama ini hanya mencuat
lewat chat menjadi nyata meski ada kontrol untuk menahannya. Usai segala siap
berangkatlah ber 12 orang menuju keindahan, banyu anjlok Malang. 3 jam
perjalanan menyusuri tapak jalan mereka lalui. Pemandangan sekeliling membias
mata. Mengabadikan moment pertemuan. Tak lupa keempat planner ini lakukan saat rest
sejenak dalam perjalanan yang tinggal 30 menit menuju Pantai Lenggoksono dimana
nantinya ada wisata air terjun banyu anjlok.
Usai sedikit rest, perjalanan kembali ditempuh menuju keindahan dalam
kebersamaan. Kurang lebih jam 13.00 tibalah di Pantai Lenggoksono. Usai makan
dan sedikit menikmati keindahan, hujan turun tiada henti dan deras.
Beristirahatlah rombongan di sebuah warung sambil menunggu hujan reda. Beberapa
jam kemudian, hujan pun reda. Bergegas mereka berganti pakaian, menyiapkan
segala keperluan seperti kamera, uang dyl sedang sisanya diletakkan di tas dan dititipkan
di warung tersebut. Disewalah 2 perahu untuk membawa rombongan ke 3 destinasi yaitu
banyu anjlok, tempat snorkeling, dan bolu-bolu. Pelampung dikenakan dan
bergegas menyusuri pantai menuju destinasi lain menggunakan perahu. Leles,
Blank, Avril, Lampir, Mas Dinan, dan Agnes berada dalam satu perahu. Tak
henti-hentinya mereka selfie saat berada diatas perahu. Beberapa saat kemudian
tibalah mereka di Banyu anjlok. Bergegas Lampir, Blank, Avril dan Leles turun
dan mendekati air terjun banyu anjlok.
Berselfie sepuasnya dengan beragam gaya dan jepretan tulisan menjadi hal-hal yang diabadikan di lokasi
ini. Tidak lupa explore lokasi mereka
lakukan. Setelah puas bermain-main disini mereka menuju lokasi selanjutnya.
Naik perahu lagi. Untuk destinasi kedua tidak bisa mereka datangi dikarenakan
tidak menyewa alat snorkeling. Di sepanjang jalan dari destinasi 2 menuju
destinasi 3 yaitu bolu-bolu berbagai pemandangan indah mereka jumpai. Kera-kera
liar bermain ranting di pinggir air lanjut berwarna hijau ini. Batu-batu
berlapis menambah keindahan. Dengan santainya Leles dan Blank menjulurkan kaki ke
laut untuk bermain air.
Beberapa
saat kemudian sampailah di bolu-bolu. Tempat ini adalah pantai dimana di
sisinya ada sebuah gua. Bergegas semua berenang disana dan tidak lupa mengabadikan
momen yang ada. Usai semua lelah bermain air pantai, beberapa menuju lokasi
gua. Namun sayang gua ini hanya beberapa meter saja. Namun disini mereka
menemukan ikan yang menyerupai ular. Das ist sehr amazing. Kemudian bergegas
rombongan dari 2 perahu ini kembali ke
bibir pantai Lenggoksono. Menyeruput manisnya udara yang bergelayut disisi.
Raut wajah bahagia terpancar tanpa henti. Tak lama kemudian tibalah mereka di
bibir keindahan ini. Bergegas mereka berganti pakaian dan menikmati hangatnya
kuah bakso yang perlahan memasuki tenggorokan mereka. Hari beranjak semakin malam
mereka bergegas meninggalkan lokasi wisata ini. Beriringan mereka berkendara
menembus sore yang beranjak malam. Sejenak mereka beristirahat di pom bensin
sebelum melanjutkan perjalanan. Tidak hanya perjalanan menuju Tumpang namun
kembali ke Surabaya. Sesampainya di Pasar Tumpang, mereka kembali beristirahat
dan menyantap mie ayam. Sedangkan keempat cewek mapala ini malah sibuk
menghabiskan es krim dan bercanda. Moment yang ditunggu-tunggu sedari bertemu.
Disinilah keputusan dibuat bahwa Leles, Lampir, Blank dan Mas Dinan akan
kembali ke Surabaya esok pagi. Malam ini masih bersama berempat. Niat awal
untuk mampir ke mapala malang malam ini dibatalkan dengan berbagai faktor. Hal
ini diurungkan juga dikarenakan melihat kondisi semua yang sudah kelelahan. Namun
keempat cewek ini puas mampu menjadikan tapak pertemuan pertama keempatnya
sekaligus first trip mereka menjadi pembuktiaan bahwa ini tak sekedar wacana
namun juga awal dari aksi-aksi FVZ
RONEit selanjutnya
Pagi
menyapa ketiga srikandi mapala 2014 yang terlelap di dalam kamar. Membangunkan
dari mimpi hingga di dalamnya seolah merasa jika disini tidaklah berempat namun berlima. Blank
dan Avril pun terbangun karena ajakan Lampir untuk bangun. Leles masuk kamar
dan langsung rebahan di kasur. Namun itu tak berlangsung lama. Inilah saat yang
sedari kemaren tertahan mereka bisa curhat-curhatan berempat. Segala hal
terutama mengenai kisah cinta. Bagaimana tidak? Mereka berempat meski tanpa
suhu ketua mama King juga terkenal jago nyomblangin meski yang dicomblangin
juga anggota FVZ RONEit sendiri. Senjata makan tuan. Itulah juga menjadi awal
dari semua kedekatan ini. Tak lama kemudian satu persatu dari mereka bergantian
mandi. Curhatan berlanjut meski akhirnya harus disudahi untuk sarapan. Kemudian
bersama Mas Dinan, keempat cewek kece ini menikmati sarapan bersama. Usai
sarapan ada kabar dari jengking, ketua provokator namun sayang mereka tetap
tidak bisa bertatap muka berlima untuk saat ini dikarenakan ia sudah kembali ke
Sidoarjo. Entahlah harus sedih atau apa. Belum lagi kembali niat ke sekret
mapala malang urung terjadi dikarenakan sesuatu. Dan dengan berat hati mereka
berempat mengucapkan perpisahan. Avril kembali ke kos dan ketiga saudaranya
bersama Mas Dinan kembali ke Surabaya. Namun akan terpatri di hati pesan mereka
kepada Avril. Pesan yang sebenarnya sudah terpikir sejak lama namun untuk
moment yang pas belumlah ada. Dengan berat hati keempatnya berjabat tangan
saling melepas waktu kebersamaan yang sudah dinanti sebulan ini. Hanya sehari
tapi kebahagiaannya membuncah di sanubari.
Schones Wochenende mit euch meine schwester! Beste urlaub beste
wochenende. Meski dalam hati rasa sedih bersemayam di hati. Andai waktu sehari kebersamaan
ini mampu terulang kembali bisakah mereka tidaklah berempat namun berlima?
Bisakah mereka bercanda lepas kembali seperti saat mereka berempat? Teringat akan
sebuah kalimat yang sering diucapkan oleh seorang diantara mereka yaitu, “saat
kita jalan-jalan bersama saat itulah kita melepas atribut mapala kita dan
menjadi diri kita apa adanya.Kita hanya tim hura-hura saat kita nge trip
bersama”. Dalam hati saat Avril meninggalkan mereka bertiga terbesit ujaran, “Kutunggu
moment selanjutnya bersama kalian”. Semoga ini tak sekedar ujaran namun akan
nyata nantinya sepeti perjuangan untuk action di first meet first trip mereka
kali ini.
Inilah awal
dari nyatanya persaudaraan kelima srikandi mapala 2014 ini. Nyatanya setiap
plan yang mereka planning kan. Danke voraus atas weekend indah ini queen kece
Mama Leles, queen nyamil Lampir dan queen eksis Blank. Sayang tak ada ketua
mama king kali ini. Lain kali wajib culik dia. Gak ada salahnya bercanda kan?
Formalitas aja gak akan mendekatkan kita ya gak girls?big hug saudara2ku. Tapak
pertama untuk mengawali segalanya tak sekedar pembuktiaan wacana bisa jadi
action. First trip first meet.
Malang, 8 Februari 2016
Ditulis oleh:
Aprillia Dita Farizki
“Favril_gladianreorse_143416” MPA
Jonggring Salaka Universitaet Negeri Malang diklat 34/ 2014
Danke voraus (terimakasih banyak)
untuk:
Agnes Niken Laras Cristantri
“Leles queen kece” MAHAPALA STIESIA Surabaya
diklat 2014
Eno Nabila Pratitis Humaida
“Lampir queen nyamil” MAPALSA UINSA Surabaya diklat 23/ 2014
Nurul Azmaniar Ubbar “Blank queen
eksis” PRIPALA MELVILLE Prisma Profesional Institute Surabaya diklat 1/2014
Always miss and want meet:
Ikke Oktavia Ramadhani “Jengking
ketua provokator” HIMMPAS UNMUH Sidoarjo diklat 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar